Pembahasan Iklan Honda Blade Berdasarkan Teori Kepribadian (Perilaku Konsumen)

Penggunaan sepeda motor saat ini telah mengalami peningkatan. Produsen pun berlomba-lomba menarik hati konsumen dengan menawarkan berbagai fitur, design serta warna yang beraneka ragam dengan tujuan segmentasi pasar  tertentu. Pada saat ini, pasar motor sendiri telah di dominasi oleh Honda dengan motor bebek <125 cc, namun untuk memperkuat dominasi, Honda membuat inovasi baru dengan kapasitas 110 cc.

Dengan itu PT. Astra Honda Motor meluncurkan produk terbarunya yaitu Honda Blade yang memiliki jargon ”Winning with Blade”. Jargon ini memiliki arti sebagai pemenang dalam kompetisi di kelasnya. Dari jargon tersebut ada tiga faktor yang ingin dicapai, yaitu Winning Style, Winning Performance, dan Winning Personality.

Winning Style tercerminkan dari bentuk dan tampilan motor Honda itu sendiri. Hal ini yang membuat Honda Blade terlihat sporty. Sedangkan Winning Performance tercerminkan dari mesin yang digunakan sehingga Honda Blade lebih irit, gesit dan lincah. Dan yang terakhir Winning Personality, yaitu tercerminkan untuk orang-orang yang menyukai kemudahan, kenyamanan dan keamanan dalam berkendara.

Jika dilihat dari segi harga Honda Blade memang lebih mahal dibandingkan dengan harga motor bebek sekelasnya. Namun hal itu dikarenakan Honda Blade menawarkan fitur-fitur yang mengedepankan kualitas. Selain itu, Honda Blade memiliki keunggulan-keunggulan yang tidak dimiliki oleh motor lain.

Dalam komunikasi pemasaran Honda Blade ini, pengiklan menggunakan konsep kepribadian untuk mengkomunikasikan produknya sehingga memiliki  positioning sesuai dengan kepribadian konsumen yang dituju, yaitu konsumen yang berjiwa muda, aktif, menyukai tantangan dan ingin tampil beda sehingga jargon yang dipilih Honda Blade pun Winning with Blade.

Dalam iklan Honda Blade berusaha mengungkapkan produknya sebagai produk yang sesuai untuk konsumen yang aktif dan sporty. Kami mengklasifikasikan iklan Honda Blade ini ke dalam aplikasi dari Teori Ciri.

Klik disini iklan Honda Blade:

Iklan Honda Blade



Hati-hati Dengan Ucapan dan Tingkah Laku Terhadap Anak Kecil

Kalau punya ade yang masih kecil ato ponakan, sodara, atau siapa pun yang masih kecil, meski itu adalah anak tetangga, maka hati-hatilah dengan ucapan kita.. dan segala tingkah laku kita..

karena anak itu (sesuai dengan teori social learning) bahwa kita sebagai orang dewasa adalah role modelnya dia (red.anak kecil). Saya setuju banget ama teori ini dibandingkan dengan teori-teori lainnya seperti teori Piaget, Freud, ato Erickson, (maaf ya mas piaget, mas freud dan mas erickson) walaupun saya juga setuju sih sama teori mereka.

Tapi ma teori social learning dari Pak Albert Bandura (beliau masih hidup) yang saya baru tau ketika belajar psikologi anak di prodi IKK. saya alami sendiri kasusnya dengan adek saya. hhee..

he

Ibu saya menekankan kalo abis makan, piring masing-masing langsung simpen ke dapur. (ini buat ngajarin ade saya dan sebenernya sekalian secara ga langsung nyuruh ayah saya juga yang kebiasaan suka ninggalin piring gitu aja kalo abis makan, hhe) Maka Alba (ade saya yang saat itu masih umur 3-5th) nurut-nurut aja.

Suatu saat, Ibu saya pernah minta tolong ma Alba pas alba mau nyimpen piringnya abis makan, ibu saya ngomong “alba, minta tolong dong, nih piring mamah sekalian ke dapurin”, si alba menatap aneh seolah berkata ‘ih kenapa?’ (sesuai dengan teori juga bahwa anak pada usia ini punya anggapan Immanent Justice, artinya adalah ide yang meyakini bahwa di dunia ini terdapat hukum dan aturan yang baku, makanya mungkin dia aneh, peraturannya nyimpen piring sendiri, kenapa mamah nitip?)

terus mamah bilang, “yaa… mamah kan minta tolong, mamah mu ngerjain ini dulu” *saya lupa apa alasan secara pastinya

akhirnya dengan berat hati (mungkin) alba ngambil piring mamah dan nyimpen ke dapur.

Suatu saat, (krn kita masih membahas peraturan nyimpen piring ke dapur maka mohon maklum jika suasananya abis makan mulu)

ketika itu (habis  makan tentunya) mamah abis makan beranjak mu ke dapur (nyimpen piring) terus alba bilang, “mah, nih sekalian piring alba”

entah karena naluri orang dewasa yang gak mau disuruh anak kecil atau mungkin ada pertimbangan lain, ibu saya bilang “kan itu piringnya bekas makan alba, terus alba juga kan punya tangan sama kaki sendiri buat nyimpen ke dapur” (mungkin ade saya agak bingung, sesuai dengan konsep immanent justice tadi, peraturan pertama, nyimpen piring sendiri, terus waktu itu mamah nitip ko boleh? dan giliran sekarang dia nitip ko ga boleh?malah dibilangin punya tangan dan kaki sendiri, cukup membingungkan untuk anak seusia dia)

akhirnya ibu saya ke dapurlah tanpa bawa piring bekas alba.

suatu saat, kita sekeluarga abis makan, ibu saya ga sengaja nitip piring ma ade saya, karena lagi repot apa gituu.. .*lupa,  terus ade saya dengan polos bilang “kan mamah punya tangan sama kaki sendiri buat nyimpen ke dapur”

Tetoottt….

yahhh…. dan kata-katanya adalah sama persis dengan apa yang diucapkan oleh ibu saya.

saya sih ketawa ngeliat tingkah laku bocah kecil itu. Anggota keluarga yang lain juga pada ketawa, dan ibu saya pun nyengir. .  terus ngeles  “oh iya yahh… soalnya tadi kan mamah mu ngerjain ini dulu, yaudah yuk ke dapur..” ajaknya pada alba (setidaknya untuk mengajarkan anak konsisten terhadap peraturan)  *maaf bu, anda memang harus mengerjakan apa yang sudah anda katakan*

Nahh… teori Albert Bandura ini menyatakan bahwa anak itu melihat, mengamati, dan meniru perilaku orang dewasa di sekelilingnya, sehingga kalau anak itu berbuat baik atau buruk, patuh atau ngeyel.. yahhh.. marilah berkaca pada diri sendiri, bisa jadi anak itu meniru tingkah laku kita para orang dewasa sebagai orang yang ada di dekatnya.  Seperti yang terjadi pada kejadian di atas, kejadian itu saya alami pas SMA, pas masuk IKK dan belajar psikologi anak, ohhh… ternyata hal itu ada teorinya…. ^_^a

Mmhhh… mungkin kisah-kisah yang sekarang terjadi tentang anak kecil yang sudah kecanduan merokok seharinya bisa lebih dari satu bungkus dan nangis menjadi-jadi/marah kalo ga dikasih, mungkin hal tersebut (jika berdasarkan teori social learning) merupakan perilaku hasil meniru dari lingkungannya…

jadi, berhati-hatilah bersikap dengan anak kecil (bukan berarti untuk mengerjakan menjadi muna sih) tapi marilah berubah untuk menjadi lebih baik sehingga baik pula untuk menjadi panutan anak-anak.

Tentunya kita ga mau ketika nanti kita tua kita dipimpin oleh generasi yang tidak baik..



Apa Sih IKK?

Ilmu Keluarga dan Konsumen (karena itu adalah program studi saya, entah kalo ternyata diluar sana ada singkatan lain).  Mungkin banyak orang yang heran kenapa keluarga aja harus dipelajari? lalu tentang konsumen, bukankah itu ranah lingkungan ekonomi? ato berkaitan dengan hal yang berbau bisnis? lalu di IKK belajar apa dong?

Di IKK sendiri terdiri dari tiga bagian, ada family science, ada development child, ada consumer science. Family science dikhususkan untuk mempelajari keluarga, (dari sini saya juga baru tau kalo ternyata ada teori-teorinya, dan ternyata lumayan kompleks juga), trus development child lebih kepada perkembangan anak, tumbuh kembang manusia, pokonya lebih mempelajari tentang bagaimana anak, dan yang terakhir adalah consumer science, ini lebih khusus ke konsumen, mempelajari bagaimana caranya menjadi konsumen yang cerdas, sedikit-sedikit menyerempet ke permasalahan ekonomi sih.. terus mempelajari perilaku konsumen juga, jadi kita bisa kerja di bidang pemasaran ataupun YLKI.

Lantas kalo ada yang bertanya-tanya kenapa harus keluarga dan konsumen? perlu disadari kalo keluarga adalah unit terkecil di masyarakat. Sama seperti halnya dalam menyelesaikan masalah, maka carilah akar permasalahannya.  Begitu juga dengan keinginan Indonesia yang ingin maju, jika suatu bangsa ingin maju, maka berdayakanlah dulu keluarganya..

Di Amerika sendiri family and consumer sciences ini mulai ada tahun 8Oan (kalo saya ga salah denger dari dosen).  Dan di Amerika juga udah ada American Association of Family and Consumer Sciences. Bisa buka linknya di http://www.aafcs.org/

dan untuk lebih lengkap lagi mengetahui tentang IKK, bisa liat juga di http://en.wikipedia.org/wiki/Family_and_consumer_science

Semoga tulisan ini bisa membantu untuk mengenal lebih dekat IKK..  :)